KOLEKSI PUISI (POEM COLLECTIONS)
Selasa, 07 Desember 2010
PUISI YIYIN N HEART:
TANGISAN
Apakah tangisan itu menjadi layak
agar bumi menegaskan hak?
Ataukah kita akan menangis dan terus menangis hingga serak?
Atau apa dan siapa yang lebih berhak?
Atau biarkan saja semua ikut bicara seperti petir yang saling menyalak?
Dan tangisan tak akan pernah bisa dihakimi,
Membiarkan bumi yang tua makin tersiksa?
Mayat dan korban bertebaran, dan jatuh tanpa perang,
Kemewahan dan kekuasaan dunia menjadi ilusi sakit syaraf
Untuk kemudian berakhir di pelataran waktu yang menanti,
Lalu menangis, untuk sebuah tangisan yang tak terjawab?
Tangisan itu, untuk, dari dan kepada siapa?
Tangisan itu dari langit dan bumi kepada para penghuni yang sakit syaraf,
Sakit syaraf yang membuat amnesia akan moral, dan amnesia akan Tuhan
Para sakit syaraf yang berwajah malaikat dengan hati iblis penyiksa,
Adalah para sakit syaraf yang pandai dan lihai menciptakan tangisan rakyat
Apakah yang lebih mengerikan? tangisankah?
Mereka?
atau bumi yang murka?
Tangisan itu adalah tangisan tanpa alamat tanpa tujuan,
Adalah tangisan kasih sayang yang penuh kelembutan,
Tangisan itu adalah
Tangisan untuk air wudlu menjelang sembahyang
Tangisan itu adalah pelukan dari Tuhan untuk kita.
PUISI YIYIN N HEART
Untuk Halaman Tahun Baruku!
Untuk Halaman Tahun Baruku!
Halaman hatiku, tak hanya sepenggal, berganti wajah
Seperti muara yang kering, apakah masih tersisa,
Di batas doa-doa?
Ataukah sedang tersiksa di abad waktu yang berakhir?
Rintih, kegelisahan, kedamaian, dan rasa sejuta amarah,
Tertulis, tertoreh, dan tertuang, menjadi lembaran begitu menakjubkan….
Berlalu seketika oleh lembaran waktu.
Untuk halaman Tahun Baruku!
Tak ada yang bisa menolak dan protes, waktu akan terus berjalan,
Kita tiap detik menulis buku-buku baru, dan menghempaskan buku-buku lama,
Untuk dibuka, ditutup, dirobek, tapi tak akan pernah bisa menghilangkan kenangan,
Hidup penuh kesaksian, halaman menjadi sejarah,
Halaman baru kukejar dan kutulis, untuk tahun Baruku!
For my New Year's Home Page!
For my New Year's Home Page!
Pages of my heart, not only the piece, changing faces
As a dry mouth, is it still remaining,
In the limit of the prayers?
Or is being tortured at the time the century ended?
Groaned, anxiety, peace, and feel a million anger,
Written, tertoreh, and decanted, the sheet is so amazing ....
Passed at once by the time sheet.
For my New Year's page!
No one can resist and protest, the time will continue,
We each second to write new books, and threw the old books,
To open, closed, torn, but could never eliminate the memories,
Life is full of testimony, a page of history,
Kukejar new page and write, for my New year
Rabu, 21 Juli 2010
INDONESIAN POEM AND ENGLISH TRANSLATION
SAJADAH SENJA
ketika penat merasuk menyaksikan sepotong roti bulat,
serangkaian waktu dalam puasa panjang,
seperti ijarah yang gaib semua tak ada yang mampu bergeming,
pembicaraan terakhirku adalah cinta,
cinta di sepenggal perjalanan yang terpatah,
patah..... apa yang biasa kukembalikan?
Ah......... ternyata semua terlanjur jauh,
waktu dalam sebuah mimpi damai,
tanpa suara dan tanpa bisikan,
sakit tak terjawab,
bungkam untuk seribu tahun lamanya,
kegelisahan telah di ujung muara,
bersambut ketika purnama tak lagi mungkin tiba,
apakah ini waktu yang terlambat,
dengan tertatih-tatih dari sisa sedikit saja tenaga,
dan nyali yang gaduh,
terus beranjak, dengan sekujur tubuh yang luka koyak,
meraih-raih sampai dan tak sampai,
demi untuk sebuah sajadah!
21 JULI 2010
DUSK PRAYER RUG
Tak ubahnya makan malam di ujung sebuah lilin,
apakah yang bisa mengobati rasa kenyang,ketika penat merasuk menyaksikan sepotong roti bulat,
serangkaian waktu dalam puasa panjang,
seperti ijarah yang gaib semua tak ada yang mampu bergeming,
pembicaraan terakhirku adalah cinta,
cinta di sepenggal perjalanan yang terpatah,
patah..... apa yang biasa kukembalikan?
Ah......... ternyata semua terlanjur jauh,
waktu dalam sebuah mimpi damai,
tanpa suara dan tanpa bisikan,
sakit tak terjawab,
bungkam untuk seribu tahun lamanya,
kegelisahan telah di ujung muara,
bersambut ketika purnama tak lagi mungkin tiba,
apakah ini waktu yang terlambat,
dengan tertatih-tatih dari sisa sedikit saja tenaga,
dan nyali yang gaduh,
terus beranjak, dengan sekujur tubuh yang luka koyak,
meraih-raih sampai dan tak sampai,
demi untuk sebuah sajadah!
21 JULI 2010
English translation
No different than dinner at the end of a candle,
What can cure a sense of satiety,
when weariness sets in watching a piece of round bread,
time in a long series of fast,
like the Invisible all nothing could budge,
my last conversation was love,
love the piece broken travel,
broken ..... what used to have it back?
Ah ......... it all already far away,
time in a dream of peace,
without sound and without a whisper,
Missed hospital,
silent for a thousand years,
anxiety has been on the edge of the estuary,
no longer intercepted when the full moon may arrive,
whether this is a late time,
limping along with just a little of the remaining energy,
and guts the noisy,
continue to move, with the wounded body torn,
picked-up and not to achieve,
in order for a prayer rug!
What can cure a sense of satiety,
when weariness sets in watching a piece of round bread,
time in a long series of fast,
like the Invisible all nothing could budge,
my last conversation was love,
love the piece broken travel,
broken ..... what used to have it back?
Ah ......... it all already far away,
time in a dream of peace,
without sound and without a whisper,
Missed hospital,
silent for a thousand years,
anxiety has been on the edge of the estuary,
no longer intercepted when the full moon may arrive,
whether this is a late time,
limping along with just a little of the remaining energy,
and guts the noisy,
continue to move, with the wounded body torn,
picked-up and not to achieve,
in order for a prayer rug!
July 21 2010
Langganan:
Postingan (Atom)
